Pendampingan Mitigasi Risiko Oleh Inspektorat Jenderal Inspektur Wilayah IV di Rutan Kelas IIB Balikpapan

Balikpapan, Jumat 01 April 2022 Rumah Tahanan Negara ( Rutan ) Kelas IIB Balikpapan mendapatkan pendampingan Tentang Penerapan Manajemen Resiko di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pendampingan yang diselengarakan oleh dari Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tim Inspektur Wilayah IV selama 3 hari mulai dari Tanggal 30 Maret 2022 S/d 01 April 2022.  Kegiatan ini merupakan Mandat internalisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Resiko dilingkup Instansi Pemerintah sudah dicanangkan sejak tahun 2018 melalui Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2001 tentang SPIP yang mencakup lima unsur yakni lingkungan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian intern.

Secara internal, merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 05 Tahun 2018 tentang Penerapan Manajemen Resiko di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM lakukan kegiatan pendampingan penyusunan Mitigasi Risiko. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Rutan Kelas IIB Balikpapan  Jul Herry Siburian  dengan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Tim dari Inspektur Wilayah IV Inspektorat Jenderal guna melakukan pendampingan terkait penyusunan Mitigasi Risiko untuk diharapkan kepada Jajaran Rutan dipergunakan kesempatan ini dengan maksimal pendampingan yang diberikan , dengan kegiatan tersebut kita dapat mengetahui potensi-potensi yang ada di Rutan Balikpapan

Selanjutnya , selaku Ketua pengendali teknis Ami Amatunissa  memberikan pengarahan dan juga pemaparan kepada pegawai Rutan Balikpapan tentang pentingnya menyusun Mitigasi Resiko.

“Mengapa sangat penting dalan menyusun mitigasi resiko pada setiap Subsi ? Karena tujuan dari menyusun mitigasi resiko ini adalah agar dapat meminimalisir resiko yang akan dihadapi dalam menjalankan tugas”. Ujar Mariana

Kemudian  oleh Iqbal Albert Husin selaku ketua Tim Pendamping  dilanjutkan dengan pemaparan terkait tata cara penyusunan mitigasi resiko berdasarkan format yang telah disediakan, serta beberapa hal yang perlu diperhatikan dalan proses penyusunan mitigasi resiko.

Leave a Reply